Newsflash

22 February 2012
Why Men Die First [1] PDF Print E-mail
User Rating: / 1
PoorBest 
Written by Meilania   
Friday, 26 February 2010

Arsip: IEC group / Feb 2010

Why Men Die First

Buku ini ditulis bukan untuk men-diskredit-kan kaum pria. Sebaliknya, buku ini ditulis karena kualitas hidup para pria begitu berharga … sayang bila hanya karena kekurang pahaman kita, maka banyak kaum pria yang kita sayangi terpaksa meninggalkan dunia lebih cepat.

WHY MEN DIE FIRST, karangan Marianne J. Legato, M.D., F.A.C.P

Baru aku beli Sabtu lalu di Gramedia, en baru sempat baca beberapa halaman Minggu kemarin sebelum bobo … Aku sarankan kaum wanita juga baca buku ini (karena kita umumnya punya lebih banyak waktu untuk baca dibanding kaum pria) – dan supaya kita bisa meningkatkan kualitas kehidupan suami, papa, atau anak-anak laki-laki kita berdasarkan pengetahuan yang kita peroleh tsb.

Ato sebaliknya? … he3x … jangan-jangan abis baca buku ini malah sengaja “memperpendek” hidup kaum pria … Yaaah, bagaimana pun yang namanya pisau itu bisa dipake untuk masak tapi bisa juga dipake untuk melukai orang lain. Balik ke diri kita masing-masing …

Tahukah Anda?

Di usia 85, rasio laki: perempuan adalah 1:2 (kaum pria lebih cepat berpulang pada Bapa di surga dibanding kaum perempuan, dan ini pasti menimbulkan banyak PR buat kaum perempuan yang berumur panjang)

Di pertengahan usia 30an, laki-laki sudah beresiko untuk terkena penyakit jantung koroner, dibanding kaum perempuan yang umumnya baru beresiko terkena penyakit tsb di usia 45-50 tahunan. (jantung koroner adalah penyebab utama kematian laki-laki setelah usia 35 tahun).

Kaum pria juga memiliki kemungkinan mati akibat penyakit (apa saja) 2X lebih besar dibanding kaum perempuan.

Laki-laki memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih rendah dibanding perempuan. Dari 10 jenis infeksi yang umumnya diderita manusia, 7 di antaranya ada pada kaum laki-laki.

Sejak bayi hingga dewasa, kaum laki-laki memang lebih rentan terhadap bahaya kesehatan yang bisa mengancam nyawa. Jadi, sebenarnya, kaum pria lebih beresiko tinggi menjalani kehidupan di dunia ini dibanding kaum wanita.

Bayi laki-laki lebih beresiko meninggal di dalam kandungan daripada bayi perempuan. Demikian juga saat sudah dilahirkan, bayi laki-laki cenderung memiliki kelemahan pada paru-parunya.  Anak laki-laki 4X lebih beresiko dibanding anak perempuan untuk masalah gangguan perkembangan.

Waktu remaja, laki-laki juga lebih banyak yang menjadi korban masalah perilaku (entah kah karena perilakunya sendiri atau perilaku ngawur laki-laki lainnya). Dengan kata lain, kaum pria lebih beresiko mengalami kematian yang tidak alami / wajar. Oya, ada artikel lain yang menarik ttg hal ini, yaitu hasil riset OTAK REMAJA – kapan-kapan aku sharingkan.

Jadi, entah kah karena faktor BIOLOGIS maupun LINGKUNGAN, dunia kita sepertinya kurang bersahabat dengan kaum pria :-) … Adakah yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah ini?

… bersambung …

Ingin bergabung? hubungi: This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

 

 
Next >
© 2012 http://indonesia-educenter.net